Pengaruh motivasi dan mental kewirausahaan terhadap minat mahasiswa manajemen
untuk berwirausaha
Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik, Vol. 4. No.1 Januari 2022 3
Motivasi menjadi suatu kekuatan, tenaga atau daya, atau suatu keadaan yang kompleks
dan kesiapsediaan dalam diri individu untuk bergerak ke arah tujuan tertentu, baik
disadari maupun tidak disadari (Makmun, 2003).
Motivasi dipengaruhi oleh faktor internal/instrinsik dan faktor
eksternal/ekstrinsik. Motivasi intrinsik adalah motivasi yang bersumber factorfaktor
dalam diri sendiri. Faktor intrinsik meliputi dorongan, keinginan diri sendiri untuk
mengetahui informasi dan pemahaman, pendapat ketrampilan tertentu, mengembangkan
sikap, menikmati kehidupan dan lain-lain. Sedangkan motivasi ekstrinsik adalah bentuk
motivasi yang bersumber dari luar diri individu yang sulit dikendalikan dan dapat cepat
hilang karena dipengaruhi oleh ajakan orang lain. Berdasarkan penjelasan di atas, dapat
kita simpulkan kewirausahaan adalah proses penerapan inovasi dan kreatifitas dalam
penemuan peluang usaha yang dilakukan dengan semangat, dan keberanian mengambil
resiko (Ariyanti, 2018).
Mental Berwirausaha
Secara etimologi kata “mental” berasal dari bahasa Yunani, yang sama dengan
pengertian psyche, artinya psikis, jiwa atau kejiwaan. Mental adalah sesuatu yang
berhubungan dengan pikiran atau pikiran itu sendiri. Secara sederhana mental dapat
dipahami sebagai sesuatu yang berhubungan dengan batin dan watak atau karakter,
tidak bersifat jasmani (badan).
Mental adalah sesuatu yang ada dalam diri setiap manusia, yang tidak dapat
dilihat oleh mata secara langsung, dan keduanya berhubungan dengan kepribadian
seseorang. Mental berwirausaha dapat diartikan sebagai kejiwaan seorang yang
pemikirannya selalu berusaha mencari, memanfaatkan, serta menciptakan peluang
usaha. Peluang usaha ini mungkin akan menguntungkan baik secara finansial maupun
sosial, namun resiko kerugian tak lepas menghantui kita. Tidak ada istilah rugi selama
seseorang melakukan usaha dengan penuh keberanian dan penuh perhitungan (Fadiati &
Purwana, 2011). Inilah yang disebut jiwa wirausaha. Dan berkemauan keras, keyakinan
pada diri, motivasi yang kuat adalah mental wirausaha. Mental berwirausaha adalah
kejiwaan seseorang yang berkemauan keras, keyakinan pada diri, motivasi yang kuat
adalah mental wirausaha. Dalam menjalankan suatu usaha (wirausaha) seorang pelaku
usaha harus memiliki jiwa dan mental yang:
1. Kreatif dan inovatif;
2. Optimis, tegar dan ulet;
3. Bekerja keras;
4. Multi tasking;
5. Berhemat;
6. Berani mengambil resiko.
Mental berkaitan erat dengan kepribadian seseorang. Kepribadian merupakan
unsur penting sebagai dasar dan titik tolak mencapai hasil dalam perjuangan hidup.
Pembinaan mental dan kepribadian dapat dikatakan lebih menitikberatkan membedah
pada “tenaga dalam” seperti kejujuran, ketekunan, keuletan, kemauan, tanggung jawab,