27
Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik
e-ISSN: 2775-0833; p-ISSN: 2775-0329
Vol. 3 , No. 1, Januari 2021
PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN KUALITAS PELAYANAN
TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN SEPEDA MOTOR
HONDA JAKARTA UTARA
Ade Onny Siagian, Ninuk Riesmiyantiningtias, Rizky Amalia
Universitas Bina Sarana Informatika, Indonesia
Email: ade.aoy@bsi.ac.id, ninuk.nys@bsi.ac.id, Rizky.ram@bsi.ac.id
Abstrak
Riset ini bertujuan untuk mengenali pengaruh mutu pelayanan dan mutu produk
terhadap keputusan pembelian konsumen pada PT. Astra Honda Motor Sunter
Jakarta Utara. Metode analisis mengenakan analisis statistik dengan pengujian
regresi, korelasi, determinasi dan uji hipotesis. Hasil riset ini mutu pelayanan
mempengaruhi signifikan terhadap keputusan pembelian sebesar 45,3%, uji
hipotesis diperoleh t hitung > t tabel maupun (9,001 > 1,984). Mutu produk
mempengaruhi signifikan terhadap keputusan pembelian sebesar 44,2%, uji
hipotesis diperoleh t hitung > t tabel maupun (8,806 > 1,984). Mutu pelayanan dan
mutu produk secara simultan berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian
dengan persamaan regresi Y = 10,553 + 0,365X1 + 0,378X2. Donasi pengaruh
sebesar 53,6%, uji hipotesis diperoleh F hitung > F tabel maupun (56,081 > 2,700).
Kata kunci: mutu produk; mutu pelayanan; pembelian motor honda
Abstract
This research aims to find out the influence of service quality and product quality on
consumer purchasing decisions on PT. Astra Honda Motor Sunter Jakarta Utara.
Analytical techniques use statistical analysis with regression testing, correlation,
determination and hypothesis testing. The results of this study of quality of service
significantly affect purchasing decisions by 45.3%, hypothesis tests obtained t
calculate > t table or (9,001 > 1,984). Product quality significantly affects
purchasing decisions by 44.2%, hypothesis tests obtained t calculate > t table or
(8,806 > 1,984). Service quality and product quality simultaneously have a
significant effect on purchasing decisions with regression equation Y = 10.553 +
0.365X1 + 0.378X2. The contribution of influence is 53.6%, the hypothesis test
obtained F calculates > F table or (56,081 > 2,700).
Keywords: quality of products; quality of service; honda motorcycle purchase
Pendahuluan
Industri otomotif bisa digolongkan menjadi sebagian tipe, antara lain merupakan
industri sepeda motor dan industri mobil. Meningkatnya mobilitas penduduk pada saat
ini dan didukung dengan kurang representatifnya transportasi umum di Indonesia para
pelaku membuat industri otomotif mobil maupun sepeda motor berkembang dengan
Ade Onny Siagian, Ninuk Riesmiyantiningtias, Rizky Amalia
28 Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik, Vol.3. No.1, Januari 2021
pesat. Pemerintah dianggap tidak sanggup untuk membagikan pelayanan transportasi
yang baik kepada warga. Hal ini menjadikan warga mempunyai kemauan yang besar
untuk memakai kendaraan pribadi baik kendaraan roda 2 maupun roda 4, hal tersebut
menjadi salah satu alasan industri ini mengalami perkembangan yang pesat.
Kemunculan kendaraan roda dua membuktikan jika sepeda motor bukan hanya
perlengkapan transportasi gerak cepat, melainkan perlengkapan transportasi yang
praktis dan terjangkau. Sepeda motor ialah tipe kendaraan yang biasa dimiliki oleh
berbagai kalangan ekonomi, mulai dari kalangan atas, menengah, bahkan kalangan
ekonomi bawah pun pula tidak sedikit yang mempunyai kendaraan roda dua. Dengan
semakin beragamnya permintaan konsumen membuat para pengusaha berlomba- lomba
untuk memperoleh simpati dan loyalitas dari calon pelanggannya. Apabila konsumen
sudah memutuskan buat jadi pelanggan hingga dapat ditentukan mereka hendak
membeli produk yang dibuat dari industri tersebut. Kualitas produk ialah salah satu
aspek yang menjadi pertimbangan konsumen saat sebelum membeli suatu produk. Guna
mutu produk sendiri Honda diketahui sebagai motor yang irit, mesin yang nakal serta
suku cadang yang awet. Dengan mutu produk yang bagus serta terpercaya, sehingga
produk akan tetap tertanam dibenak konsumen, sebab konsumen bersedia membayar
sejumlah uang untuk membeli produk yang bermutu.
Setelah melihat kualitas dari produk yang ditawarkan, maka dengan sendirinya
konsumen akan berupaya menyamakan mutu layanan yang diberikan, serta dalam hal
ini industri dituntut untuk membagikan mutu layanan yang mampu mempegaruhi nilai
yang lebih, sehingga berbeda dengan kualitas layanan persaing sehingga kualitas
pelayanan menjadi salah satu aspek pertimbangan konsumen saat sebelum membeli
produk. Dengan kualitas layanan yang memuaskan, mendorong konsumen untuk
melaksanakan pembelian produk yang bersangkutan. Bila sesuatu industri mampu
memberikan pelayanan yang baik, secara langsung maupun tidak langsung, citra
layanannya bakal tersebar luas sebab kepuasan yang dialami pelanggannya akan di
informasikan pelanggan yang satu ke pelanggan yang lain secara berantai, sehingga
dapat menarik pelanggan yang lebih banyak. Dealer ataupun showroom merupakan
salah satu layanan purna jual yang diberikan oleh PT. Astra Honda Motor Sunter guna
memudahkan konsumen untuk memandang serta mencari data produk yang ditawarkan,
dan melaksanakan pembelian. Honda Bintaro. Kondisi saat ini penjualan mengalami
penurunan dibandingkan dengan waktu- waktu sebelumnya. Kondisi penurunan
tersebut jelas akan mengusik tingkatan keuntungan yang diharapkan oleh industri serta
perihal ini harus lekas bisa dibenahi supaya tidak mengalami penurunan secara terus
menerus.
Metode Penelitian
Jenis riset ini yaitu kuantitatif, bagi Sugiono (2018 :8) riset Kuantatif merupakan:
Tata cara riset yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan guna
mempelajari pada populasi maupun ilustrasi tertentu, pengumpulan data menggunakan
instrumen riset. analisis data bersifat kuantitatif maupun statistik, dengan tujuan untuk
Pengaruh kualitas produk dan kualitas pelayanan terhadap keputusan pembelian
konsumen sepeda motor honda Jakarta Utara
Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik, Vol.3. No.1. Januari 2021 29
menguji hipotesis yang sudah diresmikan. Populasi serta sampel dalam riset berjumlah
100 responden.
Hasil dan Pembahasan
A. Hasil
1. Analisis Deskriptif
Pada pengujian ini digunakan guna mengenali skor minimum dan
maksimum, mean score dan standar deviasi dari tiap-tiap variabel. Ada pula
hasilnya sebagai berikut:
Tabel 1
Hasil Analisis Descriptive Statistics
Descriptive Statistics
N
Minimum
Maximum
Mean
Std. Deviation
Kualitas pelayanan
(X1)
100
31
48
37.84
4.054
Kualitas produk (X2)
100
27
46
38.20
3.682
Keputusan pembelian
(Y)
100
32
46
38.79
3.580
Valid N (listwise)
100
Mutu pelayanan diperoleh varians minimum sebesar 31 dan varians
maximum 48 dengan mean score sebesar 3,784 dengan standar deviasi 4,054.
Mutu produk diperoleh varians minimum sebesar 27 dan varians maximum
46 dengan mean score sebesar 3,828 dengan standar deviasi 3,682.
Keputusan pembelian diperoleh varians minimum sebesar 32 dan varians
maximum 46 dengan score sebesar 3,879 dengan standar deviasi 3,580.
2. Analisis Kuantitatif
Pada analisis ini dimaksudkan guna mengenali pengaruh variabel
independen terhadap variabel dependen. Ada pula hasil pengujian sebagai berikut
a. Analisis Regresi Linier Berganda
Hasil Pengujian regresi linier berganda sebagai berikut:
Tabel 2
Hasil Pengujian Regresi Linier Berganda
Coefficientsa
Standardized
Coefficients
t
Sig.
Model
B
Std.
Error
Beta
1
(Constant)
10.553
2.701
3.907
.000
Kualitas pelayanan
(X1)
.365
.082
.413
4.446
.000
Ade Onny Siagian, Ninuk Riesmiyantiningtias, Rizky Amalia
30 Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik, Vol.3. No.1, Januari 2021
Standardized
Coefficients
t
Sig.
Model
B
Std.
Error
Beta
Kualitas produk (X2)
.378
.090
.389
4.183
.000
Menurut hasil pengujian pada tabel diatas diperoleh persamaan regresi Y= 10, 553
+ 0, 365X1 + 0, 378X2. Dari persamaan tersebut di uraikan sebagai berikut:
1) Konstanta sebesar 10,553 diartikan bila mutu pelayanan dan mutu produk tidak
terdapat, maka sudah ada nilai keputusan pembelian sebesar 10, 553 point.
2) Koefisien regresi kualitas pelayanan sebesar 0,365, angka ini positif artinya setiap
terselip peningkatan mutu pelayanan sebesar 0,365 maka keputusan pembelian juga
hendak mengalami kenaikan sebesar 0,365 point.
3) Koefisien regresi mutu produk sebesar 0,378, angka ini positif maksudnya tiap
terselip kenaikan mutu produk sebesar 0,378 maka keputusan pembelian juga
hendak mengalami kenaikan sebesar 0,378 point.
b. Analisis Koefisien Korelasi
Hasil pengujian koefisien korelasi sebagai berikut:
Tabel 3
Hasil Pengujian Koefisien Korelasi Mutu pelayanan Terhadap Keputusan
pembelian
Correlationsb
Kualitas
pelayanan
(X1)
Keputusan
pembelian (Y)
Kualitas pelayanan
(X1)
Pearson
Correlation
1
.673**
Sig. (2-tailed)
.000
Keputusan pembelian
(Y)
Pearson
Correlation
.673**
1
Sig. (2-tailed)
.000
Berdasarkan hasil pengujian diperoleh nilai korelasi sebesar 0,673 artinya mutu
pelayanan memiliki hubungan yang kuat terhadap keputusan pembelian.
Pengaruh kualitas produk dan kualitas pelayanan terhadap keputusan pembelian
konsumen sepeda motor honda Jakarta Utara
Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik, Vol.3. No.1. Januari 2021 31
Tabel 4
Hasil Pengujian Koefisien Korelasi Mutu produk Terhadap Keputusan pembelian.
Correlationsb
Kualitas
produk
(X2)
Keputusan
pembelian
(Y)
Kualitas produk
(X2)
Pearson
Correlation
1
.665**
Sig. (2-tailed)
.000
Keputusan
pembelian (Y)
Pearson
Correlation
.665**
1
Sig. (2-tailed)
.000
Menurut hasil pengujian diperoleh nilai korelasi sebesar 0,665 artinya mutu
produk mempunyai hubungan yang kuat terhadap keputusan pembelian.
Tabel 5
Hasil Pengujian Koefisien Korelasi mutu pelayanan dan Mutu produk secara
simultan Terhadap Keputusan pembelian.
Model Summary
Model
R
R Square
Adjusted
R
Square
Std. Error of
the
Estimate
1
.732a
.536
.527
2.463
a. Predictors: (Constant), Kualitas produk (X2), Kualitas pelayanan (X1)
Berdasarkan hasil pengujian diperoleh nilai korelasi sebesar 0,732 artinya
mutu pelayanan dan mutu produk secara simultan mempunyai ikatan yang kuat
terhadap keputusan pembelian.
c. Analisis Koefisien Determinasi Hasil pengujian koefisien determinasi
sebagai berikut:
Tabel 6
Koefisien Hasil Pengujian Determinasi Mutu pelayanan Terhadap
Keputusan pembelian
Model Summary
Model
R
R Square
Adjusted
R
Square
Std. Error of
the
Estimate
1
.673a
.453
.447
2.662
a.
Predictors: (Constant), Kualitas pelayanan (X1)
Ade Onny Siagian, Ninuk Riesmiyantiningtias, Rizky Amalia
32 Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik, Vol.3. No.1, Januari 2021
Berdasarkan hasil pengujian diperoleh nilai determinasi sebesar 0,453
artinya mutu pelayanan mempunyai kontribusi pengaruh sebesar 45,3% terhadap
keputusan pembelian.
Tabel 7
Hasil Pengujian Koefisien Determinasi Mutu produk Terhadap
Keputusan pembelian
Model Summary
Model
R
R Square
Adjusted
R
Square
Std. Error of
the
Estimate
1
.665a
.442
.436
2.688
a. Predictors: (Constant), Kualitas produk (X2)
Berdasarkan hasil pengujian diperoleh nilai determinasi sebesar 0,442 artinya
mutu produk Ada kontribusi pengaruh sebesar 44,2% terhadap keputusan pembelian.
Tabel 8
Hasil Pengujian Koefisien Determinasi Mutu pelayanan dan Mutu produk
Terhadap Keputusan pembelian
Model Summary
Model
R
R Square
Adjusted
R
Square
Std. Error of
the
Estimate
1
.732a
.536
.527
2.463
a. Predictors: (Constant), Kualitas produk (X2), Kualitas pelayanan (X1)
Bersumber pada hasil pengujian diperoleh nilai determinasi sebesar 0,536
maksudnya mutu pelayanan serta mutu produk secara simultan mempunyai donasi
pengaruh sebesar 53,6% terhadap keputusan pembelian, sebaliknya sisanya sebesar
46,4% dipengaruhi aspek lain.
3. Uji Hipotesis
a. Uji hipotesis Parsial (Uji t)
Pengujian hipotesis dengan uji t digunakan untuk mengetahui hipotesis
parsial mana yang diterima. Hipotesis pertama: Terdapat pengaruh yang
signifikan mutu pelayanan terhadap keputusan pembelian.
Hipotesis kedua: Terdapat pengaruh yang signifikan mutu produk terhadap
keputusan pembelian.
Pengaruh kualitas produk dan kualitas pelayanan terhadap keputusan pembelian
konsumen sepeda motor honda Jakarta Utara
Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik, Vol.3. No.1. Januari 2021 33
Tabel 9
Hasil Uji Hipotesis Mutu pelayanan Terhadap Keputusan pembelian.
Coefficientsa
Unstandardized
Coefficients
Standardized
Coefficients
t
Sig.
Model
B
Std.
Error
Beta
1
(Constant)
16.314
2.511
6.497
.000
Kualitas pelayanan
(X1)
.594
.066
.673
9.001
.000
a. Dependent Variable: Keputusan pembelian (Y)
Menurut hasil pengujian pada tabel di atas, diperoleh nilai t hitung > t
tabel atau (9,001 > 1,984), dengan demikian hipotesis mula-mula
yang
diajukan bahwa ada pengaruh yang signifikan atara kualitas pelayanan
terhadap keputusan pembelian diterima.
Tabel 10
Hasil Uji Hipotesis Mutu produk Terhadap Keputusan
pembelian
Coefficientsa
Unstandardize
d
Coefficients
Standardize
d
Coefficients
t
Sig.
Model
B
Std. Error
Beta
1
(Constant)
14.105
2.816
5.009
.000
Kualitas produk
(X2)
.646
.073
.665
8.806
.000
a. Dependent Variable: Keputusan pembelian (Y)
Menurut hasil pengujian pada tabel di atas, diperoleh nilai t hitung > t
tabel maupun (8,806 > 1,984), dengan demikian hipotesis kedua yang diajukan
bahwa ada pengaruh yang signifikan atara kualitas produk terhadap keputusan
pembelian diterima.
b. Uji Hipotesis Simultan (Uji F)
Pengujian hipotesis dengan uji F digunakan guna mengenali hipotesis
simultan yang mana yang diterima.
Hipotesis ketiga Terdapat pengaruh yang signifikan antara mutu
pelayanan dan mutu produk terhadap keputusan pembelian.
Ade Onny Siagian, Ninuk Riesmiyantiningtias, Rizky Amalia
34 Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik, Vol.3. No.1, Januari 2021
Tabel 11
Hasil Uji Hipotesis Mutu pelayanan dan Mutu produk Terhadap Keputusan
pembelian
ANOVAa
Model
Sum of
Squares
df
Mean
Square
F
Sig.
1
Regression
680.277
2
340.138
56.081
.000
b
Residual
588.313
97
6.065
Total
1268.590
99
Bersumber pada hasil pengujian pada tabel di atas, diperoleh nilai F
hitung > F tabel maupun (56,081 > 2,700), dengan demikian hipotesis ketiga
yang diajukan bahwa ada pengaruh yang signifikan atara mutu pelayanan serta
mutu produk terhadap keputusan pembelian diterima.
B. Pembahasan
1. Pengaruh Kualitas pelayanan Terhadap Keputusan pembelian
Dari hasil analisis diperoleh variabel mutu pelayanan mempengaruhi
signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai korelasi sebesar 0,673
maksudnya kedua variabel memiliki kekuatan yang kokoh dengan donasi
pengaruh sebesar 45,3%. Pengujian hipotesis diperoleh nilai t hitung > t tabel
ataupun (9,001 > 1,984). Dengan demikian hipotesis awal yang diajukan kalau
ada mempengaruhi signifikan antara mutu pelayanan terhadap keputusan
pembelian diterima.
2. Pengaruh Kualitas produk Terhadap Keputusan pembelian
Dari hasil analisis diperoleh variabel mutu produk mempengaruhi signifikan
terhadap keputusan pembelian dengan nilai korelasi sebesar 0,665 artinya kedua
variabel mempunyai ikatan yang kokoh dengan kontribusi pengaruh sebesar
44,2%. Pengujian hipotesis diperoleh nilai t hitung > t tabel maupun (8,806 >
1,984). Dengan demikian hipotesis kedua yang diajukan jika ada mempengaruhi
signifikan antara mutu produk terhadap keputusan pembelian diterima.
3. Pengaruh Kualitas pelayanan dan Kualitas produk Terhadap Keputusan pembelian
Dari hasil analisis diperoleh variabel mutu pelayanan serta mutu produk
berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian dengan diperoleh
persamaan regresi Y = 10,553 + 0,365X1 + 0,378X2, nilai korelasi sebesar 0,732
maksudnya kedua variabel mempunyai ikatan yang kokoh dengan donasi
pengaruh sebesar 53,6% sebaliknya sisanya sebesar 46,4% dipengaruhi aspek lain.
Pengujian hipotesis diperoleh nilai F hitung > F tabel ataupun(56,081 > 2,700).
Dengan demikian hipotesis ketiga yang diajukan kalau ada mempengaruhi
signifikan antara mutu pelayanan serta mutu produk terhadap keputusan
pembelian diterima.
Pengaruh kualitas produk dan kualitas pelayanan terhadap keputusan pembelian
konsumen sepeda motor honda Jakarta Utara
Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik, Vol.3. No.1. Januari 2021 35
Kesimpulan
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa: (a.) Mutu
pelayanan mempengaruhi signifikan terhadap keputusan pembelian nilai korelasi
sebesar 0,673 ataupun kokoh dengan donasi pengaruh sebesar 45,3%. Uji hipotesis
diperoleh nilai t hitung > t tabel ataupun (9,001 > 1,984). Dengan demikian ada
pengaruh yang signifikan antara mutu pelayanan terhadap keputusan pembelian pada
PT. Astra Honda Motor Sunter Jakarta Utara. (b.) Mutu produk mempengaruhi
signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai korelasi sebesar 0,665 ataupun
kokoh dengan donasi pengaruh sebesar 44,2%. Uji hipotesis diperoleh nilai t hitung > t
tabelataupun (8,806 > 1,984). Dengan demikian ada pengaruh yang signifikan antara
mutu produk terhadap keputusan pembelian pada PT. Astra Honda Motor Sunter Jakarta
Utara. (c.) Mutu pelayanan serta mutu produk mempengaruhi signifikan terhadap
keputusan pembelian dengan nilai korelasi sebesar 0,732 ataupun kokoh dengan donasi
pengaruh sebesar 53,6% sebaliknya sisanya sebesar 46,4% dipengaruhi aspek lain. Uji
hipotesis diperoleh nilai F hitung > F tabel ataupun (56,081 > 2,700). Dengan demikian
ada pengaruh yang signifikan antara mutu pelayanan serta mutu produk secara simultan
terhadap keputusan pembelian pada PT. Astra Honda Motor Sunter Jakarta Utara.
BIBLIOGRAFI
Aaker. 2008. Managemen Ekuitas Merek, alih bahasa Aris Ananda. B a n d u n g : Mitra
Utama.
Algifari. (2015). “Analisis Regresi untuk Bisnis dan Ekonomi”. Yogyakarta: BPFE.
Arikunto, Suharsimi (2014). “Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek”. Jakarta:
Rineka Cipta.
Buchari, Alma. 2001. Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa. Alfabeta.
Cannon, Perreault & McCarthy, 2008, Pemasaran Dasar Pendekatan Manajerial
Edi Sutrisno (2016). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Prenadamedia Group.
Fandy Tjiptono (2017), Serivce Quality and Satisfiation. Jakarta: Edisi tiga. Andi.
Freddy Rangkuti (2016) Strategi Promosi Yang Kreatif, Edisi Pertama, Cetakan
Pertama Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
Freed Luthans (2016) Organizational Behavior, McGraw-Hill, New York.
Ghozali, Imam. 2006. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS. Badan
Griffin R.W., & Ronald, J.E. (2003). Dasar- Dasar Pemasaran. Jakarta: Raja
Ade Onny Siagian, Ninuk Riesmiyantiningtias, Rizky Amalia
36 Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik, Vol.3. No.1, Januari 2021
Handoko (2016) Manajemen Personalia dan Sumberdaya Manusia. Yogyakarta: BPFE.
Hasibuan (2016) “Manajemen Sumber Daya Manusia”. Haji Masagung. Jakarta.
Hurriyati, Ratih. 2015. Bauran Pemasaran dan Loyalitas Konsumen. Alfabeta, Bandung.
Imam Ghozali (2017). “Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS”. Edisi
Kelima. Semarang: Badan Penerbit Undip.
Indra, N., & Siagian, A. O. (2021). Analisis Kualitas Pelayanan Kepuasan dan
Pemanfaatan Teknologi terhadap Pelanggan GO-JEK pada Masa Pandemi
COVID-19. Jurnal Akrab Juara
Irawan D, Handi. 2002. Sepuluh Prinsip Keputusan Pelanggan, Cetakan. Jakarta:
pertama.
Istijanto (2014) “Riset Sumber Daya Manusia”. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka
Kartini Kartono (2011) Pemimpin dan Kepemimpinan, Jakarta: PT. Rajawaligrafindo
Persada.
Kevin Keller dan Amstrong (2017) Prinsip- prinsip Pemasaran, Edisi Kedua Belas, Jilid
Satu, Jakarta: Erlangga.
Kotler & Keller (2016) “Manajemen Pemasaran”. PT. Macaman Jaya Cemerlang.
Jakarta.
Kotler (2016) “Manajemen Pemasaran”. Edisi Keempat belas, Jakarta: PT. Indeks.
Kotler Philip, Keller Kevin Lane. 2008. Manajemen Pemasaran, Jilid 1. Alih bahasa
oleh Bob Sabran, MM. Edisi Ketiga belas. Erlangga. Jakarta.
Lupiyadi, Rambat (2016) Manajemen Pemasaran Jasa edisi 2 , Jakarta : Salemba Empat.
Mangkunegara, Prabu Anwar. (2016). Evaluasi Kinerja SDM. Cetakan ke tujuh, PT
Refika Aditama: Bandung.
Riesmiyantiningtias, N., & Siagian, A. O. (2020). Analisis Laporan Keuangan Untuk
Menilai Kinerja Keuangan Perusahaan Pada PT. Midi Utama Indonesia Tbk.
Jurnal Akrab Juara.
Onny Siagian, A. (2020). Keterkaitan Individualitas Manajerial Pemasaran Dalam
Menghadapi Revolusi Industri 4.0 Terutama Pada Perusahaan Manufaktur Di
Jawa Tengah. Syntax Literate; Jurnal Ilmiah Indonesia, 5(10), 980994.
https://doi.org/http://dx.doi.org/10.36418/syntax-literate.v5i10.1669Philip Kotler
(2017) Manajemen Pemasaran, Edisi Keempat Belas, Jakarta: PT. Indeks.
Pengaruh kualitas produk dan kualitas pelayanan terhadap keputusan pembelian
konsumen sepeda motor honda Jakarta Utara
Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik, Vol.3. No.1. Januari 2021 37
Rao, Purba, (2012). “Measuring Consumer Perceptions Through Factor Analysis”, The
Asian.
Rivai Veithzal (2015) Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan. Jakarta:
PT Raja Grafindo Persada.
Santoso, Singgih (2015). “Menguasai Statistik Multivariat”. Jakarta: PT Elex Media
Komputindo.
Sedarmayanti (2016) Manajemen Sumber Daya Manusia, Reformasi Birokrasi dan
Manajemen Karyawan Negeri Sipil, Cetakan Kelima, Bandung: PT Refika
Aditama.
Siagian, A. O. (2019). Pengaruh Daya Tarik Iklan Dan Penempatan Produk Terhadap
Kesadaran Merek Grab di Acara Indonesian Idol 2018. Jurnal Pemasaran
Kompetitif.
Siagian, A. O., Martiwi, R., & Indra, N. (2020). Kemajuan Pemasaran Produk Dalam
Memanfaatkan Media Sosial Di Era Digital. Jurnal Pemasaran Kompetitif.
Siagian, S (2007). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara.
Sinamo, J. (2011). Delapan Etos Kerja Profesional. Jakarta: Institut
Sudjana (2014) “Metode Statistika”, Bandung: Tarsido.
Sugiyono (2017), “Metode Penelitian Administrasi: dilengkapi dengan Metode R & D”.
Bandung: Alfabeta.