Optimasi Kinerja Sistem Fotovoltaik Terhubung Jaringan (On-Grid) Berkapasitas 308 kWp

Authors

  • Dimas Bagus Sandra Universitas Muhammadiyah Malang, Indonesia
  • Kurniawan Dwi S Universitas Muhammadiyah Malang, Indonesia
  • M. Rifki Abdillah Abdillah Universitas Muhammadiyah Malang, Indonesia
  • Diaz Budi Universitas Muhammadiyah Malang, Indonesia
  • Machmud Effendy Universitas Muhammadiyah Malang, Indonesia
  • Haneef Naufal Universitas Muhammadiyah Malang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59261/jequi.v7i2.228

Keywords:

PLTS, Performance Ratio, Soiling, Zero Export, UVR, UVT, Efisiensi Energi

Abstract

Pendahuluan: Penerapan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terhubung jaringan (on-grid) pada sektor industri memerlukan kinerja sistem yang optimal dan andal untuk menjamin efisiensi energi serta kepatuhan terhadap kebijakan operasional seperti zero export. Namun, kinerja PLTS sering dipengaruhi oleh berbagai faktor teknis, antara lain akumulasi debu (soiling), kerugian daya pada kabel arus searah (DC), serta efektivitas sistem proteksi tegangan seperti Under Voltage Relay (UVR) dan Under Voltage Trip (UVT).

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja sistem PLTS on-grid berkapasitas 308 kWp yang diterapkan pada lingkungan industri di Lumajang, dengan fokus pada pengaruh soiling, kerugian daya kabel DC, implementasi kebijakan zero export, serta efektivitas sistem proteksi UVR/UVT terhadap performance ratio (PR) dan stabilitas sistem.

Metode: Metodologi penelitian menggunakan pendekatan studi kasus dengan memanfaatkan data operasional aktual yang diperoleh dari sistem monitoring Huawei FusionSolar. Analisis dilakukan terhadap parameter kinerja utama, meliputi performance ratio, kehilangan daya akibat panjang kabel DC, dampak kebijakan zero export terhadap pemanfaatan energi, serta kinerja sistem proteksi UVR/UVT dalam menjaga kestabilan tegangan sistem.

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa akumulasi debu (soiling) secara signifikan menurunkan nilai performance ratio (PR), dengan penurunan mencapai 30–40% dibandingkan kondisi optimal. Panjang kabel DC terbukti meningkatkan kerugian daya, sedangkan penerapan sistem zero export, meskipun efektif mencegah ekspor energi berlebih ke jaringan, berpotensi menimbulkan pemborosan energi yang tidak termanfaatkan. Evaluasi sistem proteksi UVR/UVT menunjukkan bahwa perangkat tersebut bekerja secara efektif dalam menjaga stabilitas tegangan dan mencegah gangguan operasional sistem.

Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa kinerja PLTS on-grid 308 kWp sangat dipengaruhi oleh faktor operasional dan lingkungan. Pemeliharaan berkala untuk mengurangi dampak soiling, perancangan sistem kabel DC yang efisien, serta pengaturan kebijakan zero export yang adaptif sangat diperlukan untuk meningkatkan efisiensi energi. Sistem proteksi UVR/UVT terbukti berperan penting dalam menjaga keandalan dan stabilitas sistem. Temuan ini memberikan rekomendasi praktis bagi pengelola dan perancang PLTS industri dalam mengoptimalkan kinerja dan kebijakan operasional sistem.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aprilianto, R. A., & Ariefianto, R. M. (2021). Peluang dan tantangan menuju net zero emission (NZE) menggunakan variable renewable energy (VRE) pada sistem ketenagalistrikan di Indonesia. Jurnal Paradigma: Jurnal Multidisipliner Mahasiswa Pascasarjana Indonesia, 2(2), 1–13.

Arrosyid, B., & Kusnadi, H. (2024). Rancangan pemakaian modul PV pada PLTS sistem hybrid untuk skala rumah tangga. Techné: Jurnal Ilmiah Elektroteknika, 23(2), 257–264. https://doi.org/10.31358/techne.v23i2.425

Bashir, N., Mushtaq, A., Ali, M., & Khan, S. (2021). Impact of dust accumulation on performance of photovoltaic systems: A review. Renewable and Sustainable Energy Reviews, 143, 110896. https://doi.org/10.1016/j.rser.2021.110896

Ekici, S., & Kopru, M. A. (2017). Investigation of PV system cable losses. International Journal of Renewable Energy Research, 7(2). https://www.ijrer.com/index.php/ijrer/article/view/6099

Ghazi, S., Sayigh, A., & Ip, K. (2014). Dust effect on flat surfaces – A review paper. Renewable and Sustainable Energy Reviews, 33, 742–751. https://doi.org/10.1016/j.rser.2014.02.016

Jondra, I. W., Suryawan, I. K., & Wibawa, I. P. A. S. (2025). Fuse memproteksi inverter dan baterai BESS dalam sistem distribusi listrik. JST (Jurnal Sains dan Teknologi), 14(2), 318–328.

Kadang, J. M., & Windarta, J. (2021). Optimasi sosial-ekonomi pada pemanfaatan PLTS PV untuk energi berkelanjutan di Indonesia. Jurnal Energi Baru Dan Terbarukan, 2(2), 74–83.

Kotb, M. F., El-Saadawi, M. M., & El-Desouky, E. H. (2018). Design of over/under voltage protection relay using Arduino Uno for FREEDM system. European Journal of Electrical Engineering and Computer Science, 2(7).* https://doi.org/10.24018/ejece.2018.2.7.44

Lahope, G. (2024). Implementasi kebijakan energi nasional (KEN) Indonesia menuju 23% target bauran energi baru terbarukan (EBT) 2025. Jurnal Darma Agung, 30(2), 124–135. http://dx.doi.org/10.46930/ojsuda.v32i1.3945

Maghami, M. R., Hizam, H., Gomes, C., Radzi, M. A., Rezadad, M. I., & Hajighorbani, S. (2016). Power loss due to soiling on solar panel: A review. Renewable and Sustainable Energy Reviews, 59, 1307–1316. https://doi.org/10.1016/j.rser.2016.01.044

Mani, M., & Pillai, R. (2010). Impact of dust on solar photovoltaic (PV) performance: Research status, challenges and recommendations. Renewable and Sustainable Energy Reviews, 14(9), 3124–3131. https://doi.org/10.1016/j.rser.2010.07.065

Nugraha, R. A. (2025). Pengaruh pengaturan zero export pada inverter terhadap produksi energi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 5 kWp Pondok Pesantren Kota Semarang. Kocenin Serial Konferensi, (1). E-ISSN: 2746-7112.

Panjidinata, N. A. (2024). Analisis dampak kebijakan pembangkit listrik tenaga surya atap PLN terhadap pengembangan energi terbarukan: Tantangan dalam harmonisasi regulasi investasi energi terbarukan. Commerce Law, 4(2), 488–506.

Priatam, P. P. T. D., Zambak, M. F., Suwarno, S., & Harahap, P. (2021). Analisa radiasi sinar matahari terhadap panel surya 50 WP. RELE (Rekayasa Elektrikal dan Energi): Jurnal Teknik Elektro, 4(1), 48–54. https://doi.org/10.30596/rele.v4i1.7825

Setianto, B. D., & Anandhita, G. (2017). Unika dalam wacana publik 2017–2018: Transformasi inspiratif. SCU Knowledge Media.

Sianipar, R. J., Januar, R. R., & Silalahi, S. D. C. (2024). Analisis pemetaan potensi dan realisasi energi baru terbarukan (EBT) dengan pemodelan determinan konsumsi dan metode grouping analysis EBT di Indonesia. Jurnal Energi Baru Dan Terbarukan, 5(2), 30–49. https://doi.org/10.14710/jebt.2024.22970

Sidik, A., Lumbantobing, H., Indrawan, B., Edwinanto, E., Putra, Y., Imamulhak, Y., & Rinaldi, R. (2023). Studi potensi pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) untuk mendukung sistem ketenagalistrikan di wilayah IKN. Jurnal SISKOM-KB (Sistem Komputer dan Kecerdasan Buatan), 6(2), 137–144. https://doi.org/10.47970/siskom-kb.v6i2.379

Tanoto, Y. (2023). Pengelolaan energi berkelanjutan di hotel. Zahir Publishing.

Widarsono, K. (2021). Relay protection of over voltage, under voltage and unbalance voltage magnitude based on Visual Basic using Arduino Mega. Seminar MASTER. ISSN: 2548-1509.

Zubkov, O., Svyd, I., & Vorgul, O. (2022). Features of the implementation of an over/under voltage relay on STM32 microcontrollers. Theoretical and Applied Aspects of Device Development on Microcontrollers and FPGAs, 2022. https://doi.org/10.35598/mcfpga.2022.001

Downloads

Published

2025-07-29