Optimasi Kinerja Sistem Fotovoltaik Terhubung Jaringan (On-Grid) Berkapasitas 308 kWp
DOI:
https://doi.org/10.59261/jequi.v7i2.228Keywords:
PLTS, Performance Ratio, Soiling, Zero Export, UVR, UVT, Efisiensi EnergiAbstract
Pendahuluan: Penerapan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terhubung jaringan (on-grid) pada sektor industri memerlukan kinerja sistem yang optimal dan andal untuk menjamin efisiensi energi serta kepatuhan terhadap kebijakan operasional seperti zero export. Namun, kinerja PLTS sering dipengaruhi oleh berbagai faktor teknis, antara lain akumulasi debu (soiling), kerugian daya pada kabel arus searah (DC), serta efektivitas sistem proteksi tegangan seperti Under Voltage Relay (UVR) dan Under Voltage Trip (UVT).
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja sistem PLTS on-grid berkapasitas 308 kWp yang diterapkan pada lingkungan industri di Lumajang, dengan fokus pada pengaruh soiling, kerugian daya kabel DC, implementasi kebijakan zero export, serta efektivitas sistem proteksi UVR/UVT terhadap performance ratio (PR) dan stabilitas sistem.
Metode: Metodologi penelitian menggunakan pendekatan studi kasus dengan memanfaatkan data operasional aktual yang diperoleh dari sistem monitoring Huawei FusionSolar. Analisis dilakukan terhadap parameter kinerja utama, meliputi performance ratio, kehilangan daya akibat panjang kabel DC, dampak kebijakan zero export terhadap pemanfaatan energi, serta kinerja sistem proteksi UVR/UVT dalam menjaga kestabilan tegangan sistem.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa akumulasi debu (soiling) secara signifikan menurunkan nilai performance ratio (PR), dengan penurunan mencapai 30–40% dibandingkan kondisi optimal. Panjang kabel DC terbukti meningkatkan kerugian daya, sedangkan penerapan sistem zero export, meskipun efektif mencegah ekspor energi berlebih ke jaringan, berpotensi menimbulkan pemborosan energi yang tidak termanfaatkan. Evaluasi sistem proteksi UVR/UVT menunjukkan bahwa perangkat tersebut bekerja secara efektif dalam menjaga stabilitas tegangan dan mencegah gangguan operasional sistem.
Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa kinerja PLTS on-grid 308 kWp sangat dipengaruhi oleh faktor operasional dan lingkungan. Pemeliharaan berkala untuk mengurangi dampak soiling, perancangan sistem kabel DC yang efisien, serta pengaturan kebijakan zero export yang adaptif sangat diperlukan untuk meningkatkan efisiensi energi. Sistem proteksi UVR/UVT terbukti berperan penting dalam menjaga keandalan dan stabilitas sistem. Temuan ini memberikan rekomendasi praktis bagi pengelola dan perancang PLTS industri dalam mengoptimalkan kinerja dan kebijakan operasional sistem.
Downloads
References
Aprilianto, R. A., & Ariefianto, R. M. (2021). Peluang dan tantangan menuju net zero emission (NZE) menggunakan variable renewable energy (VRE) pada sistem ketenagalistrikan di Indonesia. Jurnal Paradigma: Jurnal Multidisipliner Mahasiswa Pascasarjana Indonesia, 2(2), 1–13.
Arrosyid, B., & Kusnadi, H. (2024). Rancangan pemakaian modul PV pada PLTS sistem hybrid untuk skala rumah tangga. Techné: Jurnal Ilmiah Elektroteknika, 23(2), 257–264. https://doi.org/10.31358/techne.v23i2.425
Bashir, N., Mushtaq, A., Ali, M., & Khan, S. (2021). Impact of dust accumulation on performance of photovoltaic systems: A review. Renewable and Sustainable Energy Reviews, 143, 110896. https://doi.org/10.1016/j.rser.2021.110896
Ekici, S., & Kopru, M. A. (2017). Investigation of PV system cable losses. International Journal of Renewable Energy Research, 7(2). https://www.ijrer.com/index.php/ijrer/article/view/6099
Ghazi, S., Sayigh, A., & Ip, K. (2014). Dust effect on flat surfaces – A review paper. Renewable and Sustainable Energy Reviews, 33, 742–751. https://doi.org/10.1016/j.rser.2014.02.016
Jondra, I. W., Suryawan, I. K., & Wibawa, I. P. A. S. (2025). Fuse memproteksi inverter dan baterai BESS dalam sistem distribusi listrik. JST (Jurnal Sains dan Teknologi), 14(2), 318–328.
Kadang, J. M., & Windarta, J. (2021). Optimasi sosial-ekonomi pada pemanfaatan PLTS PV untuk energi berkelanjutan di Indonesia. Jurnal Energi Baru Dan Terbarukan, 2(2), 74–83.
Kotb, M. F., El-Saadawi, M. M., & El-Desouky, E. H. (2018). Design of over/under voltage protection relay using Arduino Uno for FREEDM system. European Journal of Electrical Engineering and Computer Science, 2(7).* https://doi.org/10.24018/ejece.2018.2.7.44
Lahope, G. (2024). Implementasi kebijakan energi nasional (KEN) Indonesia menuju 23% target bauran energi baru terbarukan (EBT) 2025. Jurnal Darma Agung, 30(2), 124–135. http://dx.doi.org/10.46930/ojsuda.v32i1.3945
Maghami, M. R., Hizam, H., Gomes, C., Radzi, M. A., Rezadad, M. I., & Hajighorbani, S. (2016). Power loss due to soiling on solar panel: A review. Renewable and Sustainable Energy Reviews, 59, 1307–1316. https://doi.org/10.1016/j.rser.2016.01.044
Mani, M., & Pillai, R. (2010). Impact of dust on solar photovoltaic (PV) performance: Research status, challenges and recommendations. Renewable and Sustainable Energy Reviews, 14(9), 3124–3131. https://doi.org/10.1016/j.rser.2010.07.065
Nugraha, R. A. (2025). Pengaruh pengaturan zero export pada inverter terhadap produksi energi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 5 kWp Pondok Pesantren Kota Semarang. Kocenin Serial Konferensi, (1). E-ISSN: 2746-7112.
Panjidinata, N. A. (2024). Analisis dampak kebijakan pembangkit listrik tenaga surya atap PLN terhadap pengembangan energi terbarukan: Tantangan dalam harmonisasi regulasi investasi energi terbarukan. Commerce Law, 4(2), 488–506.
Priatam, P. P. T. D., Zambak, M. F., Suwarno, S., & Harahap, P. (2021). Analisa radiasi sinar matahari terhadap panel surya 50 WP. RELE (Rekayasa Elektrikal dan Energi): Jurnal Teknik Elektro, 4(1), 48–54. https://doi.org/10.30596/rele.v4i1.7825
Setianto, B. D., & Anandhita, G. (2017). Unika dalam wacana publik 2017–2018: Transformasi inspiratif. SCU Knowledge Media.
Sianipar, R. J., Januar, R. R., & Silalahi, S. D. C. (2024). Analisis pemetaan potensi dan realisasi energi baru terbarukan (EBT) dengan pemodelan determinan konsumsi dan metode grouping analysis EBT di Indonesia. Jurnal Energi Baru Dan Terbarukan, 5(2), 30–49. https://doi.org/10.14710/jebt.2024.22970
Sidik, A., Lumbantobing, H., Indrawan, B., Edwinanto, E., Putra, Y., Imamulhak, Y., & Rinaldi, R. (2023). Studi potensi pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) untuk mendukung sistem ketenagalistrikan di wilayah IKN. Jurnal SISKOM-KB (Sistem Komputer dan Kecerdasan Buatan), 6(2), 137–144. https://doi.org/10.47970/siskom-kb.v6i2.379
Tanoto, Y. (2023). Pengelolaan energi berkelanjutan di hotel. Zahir Publishing.
Widarsono, K. (2021). Relay protection of over voltage, under voltage and unbalance voltage magnitude based on Visual Basic using Arduino Mega. Seminar MASTER. ISSN: 2548-1509.
Zubkov, O., Svyd, I., & Vorgul, O. (2022). Features of the implementation of an over/under voltage relay on STM32 microcontrollers. Theoretical and Applied Aspects of Device Development on Microcontrollers and FPGAs, 2022. https://doi.org/10.35598/mcfpga.2022.001
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Dimas Bagus Sandra, Kurniawan Dwi S, M. Rifki Abdillah Abdillah, Diaz Budi, Machmud Effendy, Haneef Naufal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.



